Etnologi Budaya dan Pendidikan Agama Kristen Strategi Pedagogis untuk Membangun Iman yang Membumi

Yoel Giban(1*), Ester Sugiarsi(2),

(1) SINTA ID: 6786962 (Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora, Wamena)
(2) Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Wamena, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Christian Religious Education faces challenges in bridging the teachings of faith with the cultural realities of learners’ lives. A cultural ethnology approach offers an analytical framework for understanding the structures of values, symbols, and social practices within society as spaces for faith formation. In the context of a pluralistic society, Christian Religious Education cannot be separated from the cultural dynamics that shape ways of thinking, behaving, and interpreting faith. The primary challenge faced by CRE lies in the gap between normative theological formulations and the diverse socio-cultural realities of learners. In this situation, a cultural ethnology approach becomes relevant as an analytical framework that enables educators to deeply understand value systems, religious symbols, patterns of social relations, and the everyday practices of the communities in which learners live and grow. Cultural ethnology views culture as a structure of meaning that is symbolically transmitted and embodied in collective actions. Therefore, the Christian faith is not only understood as a doctrine taught cognitively but also as an existential experience that interacts with local cultural identity.This approach helps CRE move from a knowledge-transmission model toward a model of faith inculturation, namely a process in which Gospel values are interpreted and lived within the framework of local culture without losing their theological essence. This study aims to analyze the role of cultural ethnology in formulating contextual and relevant pedagogical strategies for CRE. The method used is a qualitative study with a literature review approach and conceptual analysis. The findings indicate that integrating ethnological perspectives into CRE can strengthen the internalization of faith, enhance the relevance of learning, and shape contextual spirituality. This study recommends the development of pedagogical models based on local culture as a sustainable strategy for faith education.

Abstrak

Pendidikan Agama Kristen (PAK) menghadapi tantangan dalam menjembatani ajaran iman dengan realitas kehidupan budaya peserta didik. Pendekatan etnologi budaya menawarkan kerangka analitis untuk memahami struktur nilai, simbol, dan praktik sosial masyarakat sebagai ruang pembentukan iman. Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada konteks masyarakat majemuk tidak dapat dilepaskan dari dinamika budaya yang membentuk cara berpikir, berperilaku, dan memaknai iman. Tantangan utama yang dihadapi PAK terletak pada kesenjangan antara formulasi teologis normatif dengan realitas sosial-kultural peserta didik yang beragam. Dalam situasi ini, pendekatan etnologi budaya menjadi relevan sebagai kerangka analitis yang memungkinkan pendidik memahami secara mendalam sistem nilai, simbol religius, pola relasi sosial, serta praktik keseharian masyarakat tempat peserta didik hidup dan bertumbuh. Etnologi budaya memandang kebudayaan sebagai struktur makna yang diwariskan secara simbolik dan diwujudkan dalam tindakan kolektif. Dengan demikian, iman Kristen tidak hanya dipahami sebagai doktrin yang diajarkan secara kognitif, tetapi juga sebagai pengalaman eksistensial yang berinteraksi dengan identitas budaya lokal. Pendekatan ini menolong PAK untuk bergerak dari model transmisi pengetahuan menuju model inkulturasi iman, yaitu proses di mana nilai-nilai Injil diinterpretasikan dan dihidupi dalam kerangka budaya setempat tanpa kehilangan esensi teologisnya.Penelitian ini bertujuan menganalisis peran etnologi budaya dalam merumuskan strategi pedagogis PAK yang kontekstual dan relevan. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan kajian literatur dan analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi perspektif etnologi dalam PAK mampu memperkuat internalisasi iman, meningkatkan relevansi pembelajaran, dan membentuk spiritualitas yang kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pedagogis berbasis budaya lokal sebagai strategi pendidikan iman yang berkelanjutan.


Keywords


Cultural ethnology, Christian Religious Education, contextual pedagogy, contextual faith, local wisdom.

References


Agata, B., Arifianto, Y. A., & Yahya, Y. (2022). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga sebagai Upaya Mereduksi Perilaku Kekerasan terhadap Anak. MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 1(2), 130–142. https://doi.org/10.55967/manthano.v1i2.20

Agoestina, E. (2020). INJIL DAN KEBUDAYAAN. 2(1).

Amarya, N. Z., Lestari, V. D., Fajar Sidiq, A. A., Aldi, A. Y., & Amrullah, I. (2024). Kajian Etnosentrisme dalam Ritual Kit Oba Isago sebagai Upaya Peningkatan Edubudaya Masyarakat Wamena. Kode : Jurnal Bahasa, 13(1). https://doi.org/10.24114/kjb.v13i1.56845

Djami, E. N. I. (n.d.). Ciri Budaya Prasejarah pada Sistem Bercocoktanam Masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem.

Giban, Y. (2020). PENGARUH METODE NARATIF EKSPERENSIAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA SISWA KELAS III SD. Open Science Framework. https://doi.org/10.31219/osf.io/fkwxb

Giban, Y., & Sugiarsi, E. (2023). Dinamika Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Multietnik. SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 12(2), 113–132. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i2.146

Gulo, K., Telaumbanua, E., & Waruwu, Y. (n.d.). IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN.

Ibrahim, R. (2013). PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Pengertian, Prinsip, dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam. 7(1).

Keriapy, F. (2020). Pendidikan Kristiani Transformatif Berbasis Multikultural dalam Konteks Indonesia. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 82–93. https://doi.org/10.46307/rfidei.v5i2.55

Legi, H., Damanik, D., & Giban, Y. (2023). Transforming Education Through Technological Innovation In The Face Of The Era Of Society 5.0. Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(2), 102–108. https://doi.org/10.55904/educenter.v2i2.822

Legi, H., & Keriapy, F. (2022). Pendidikan Agama Kristen sebagai Sebuah Upaya Menumbuhkan Sikap Toleransi. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 4(2), 187–198. https://doi.org/10.47167/kharis.v4i2.127

Lumbantobing, S. G., Asamau, J., & Zai, Y. (2026). PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KEHIDUPAN SOSIAL DAN MORAL KELUARGA DEWASA.

Suseno, A., Rahayu, Y. F., & Arifianto, Y. A. (2026). PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI STRATEGI MISIOLOGIS: PERAN GEMBALA DALAM MEMBENTUK NALAR TEOLOGIS JEMAAT BERMISI DAN TANGGUH TERHADAP INTOLERANSI.

Waruwu, E. W., & Lawalata, M. (2023). Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Kesadaran Spiritual bagi Generasi Milenial dan Generasi Z di Era 5.0. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 4(2), 144–155. https://doi.org/10.47530/edulead.v4i2.166

Zebua, S. I. P., Giban, Y., & Karlau, S. A. (2024). Instruksi Pendidikan Agama Kristen Dalam Mengembangkan Karakter dan Nilai-Nilai Spiritual dalam Era Digital 5.0. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 5(1), 23–35. https://doi.org/10.47530/edulead.v5i1.207




DOI: https://doi.org/10.47530/edulead.v7i1.330

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Dr. Yoel Giban, Ester Sugiarsi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga
Institution Website: http://stak-pesat.ac.id/
Address: RT09/RW01, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah
e-jurnal Website: https://e-journal.stak-pesat.ac.id/index.php/edulead/index 

Email Contact: fretskeriapy1106@gmail.com

Primary Contact: +62821-3875-5314 (Editor in Chief)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).