Rekonsiliasi dan Pemulihan Relasi dalam Perspektif Teologi Pengampunan: Tafsir Teologis Kejadian 50:15–21

Michael Sofian Tanuhendrata(1*), Jacob Messakh(2),

(1) Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta
(2) Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


The narrative of Genesis 50:15–21 describes the culmination of reconciliation in human relationships through Joseph's act of forgiveness towards his brothers. This story reveals a profound theological dimension of how God's love and sovereignty work amid human wounds and conflicts. In the modern context, especially in the digital age, human relationships are experiencing a crisis of empathy and a loss of spiritual meaning, necessitating a theological reconstruction of forgiveness as the basis for relationship restoration. The phenomenon of increasing digital dehumanisation and social breakdown emphasises the urgency of theological study of the biblical concept of forgiveness. The purpose of this study is to interpret Genesis 50:15–21 theologically to discover principles of reconciliation and relationship restoration that are relevant to character formation in contemporary Christian education. It uses qualitative research methods with a theological interpretation approach and literature study. It can be concluded that the narrative of Genesis 50:15–21 affirms forgiveness as an expression of God's love and sovereignty that restores human relationships damaged by sin and conflict. Joseph's reconciliation reflects a process of self-healing and relationship renewal rooted in faith and awareness of God's plan. Thus, the theology of forgiveness provides an ethical and spiritual foundation that is relevant for character building, Christian education, and relational ethics in a digital society that is increasingly losing its sense of humanity.

Abstrak

Narasi Kejadian 50:15–21 menggambarkan puncak rekonsiliasi dalam relasi manusia melalui tindakan pengampunan Yusuf terhadap saudara-saudaranya. Kisah ini menyingkap dimensi teologis yang mendalam tentang bagaimana kasih dan kedaulatan Allah bekerja di tengah luka dan konflik manusia. Dalam konteks modern, terutama di era digital relasi antar manusia mengalami krisis empati dan kehilangan makna spiritual, sehingga diperlukan rekonstruksi pemahaman teologis tentang pengampunan sebagai dasar pemulihan relasi. Fenomena meningkatnya dehumanisasi digital dan keretakan relasi sosial mempertegas urgensi kajian teologis terhadap konsep pengampunan dalam Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan Kejadian 50:15–21 secara teologis untuk menemukan prinsip-prinsip rekonsiliasi dan pemulihan relasi yang relevan bagi pembentukan karakter dalam pendidikan Kristen kontemporer. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir teologis dan studi pustaka. Dapat disimpulkan bahwa narasi Kejadian 50:15–21 menegaskan pengampunan sebagai penyataan kasih dan kedaulatan Allah yang memulihkan relasi manusia yang rusak oleh dosa dan konflik. Rekonsiliasi yang dilakukan Yusuf mencerminkan proses penyembuhan diri dan pembaruan relasi yang berakar pada iman dan kesadaran akan rencana ilahi. Dengan demikian, teologi pengampunan memberikan dasar etis dan spiritual yang relevan bagi pembentukan karakter, pendidikan Kristen, serta etika relasi di tengah masyarakat digital yang semakin kehilangan makna kemanusiaan.


Keywords


rekonsiliasi, pengampunan, teologi, Kejadian 50:15–21, pendidikan Kristen

References


Adolph, Ralph. “‘Menerapkan Kasih Dan Pengampunan Dalam Etika Kristen,’” 2016, 1–23.

Anjaya, Carolina Etnasari, Andreas Fernando, and Yonatan Alex Arifianto. “Penderitaan Kristus Dalam Formasi Spiritual Yang Mengedukasi Orang Percaya.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 8, no. 1 (2022): 1–11. https://doi.org/10.47543/efata.v8i1.52.

Cheong, Robert K, and Frederick A DiBlasio. “Christ-Like Love and Forgiveness: A Biblical Foundation for Counseling Practice.” Journal of Psychology and Christianity 26, no. 1 (2007): 14. https://www.questia.com/library/journal/1P3-1259052741/christ-like-love-and-forgiveness-a-biblical-foundation.

Efrain, Efrain Patangun. “Membangun Teologi Pelayanan Yang Utuh Belajar Dari Kehidupan Yusuf.” Jurnal Misioner 4, no. 2 (2024): 507–29.

Gea, Lestariani, and Obden Sumero Odoh. “Penerapan Pendidikan Agama Kristen Dalam Pengembangan Karakter Pengampunan Di Sekolah Dasar Teologi Kristen Tunas Pertiwi Bogor.” Jurnal Kadesi 7, no. 1 (2024): 13–32. https://doi.org/10.54765/ejurnalkadesi.v7i1.98.

Gull, Marium, and Shabbir A Rana. “Manifestation of Forgiveness, Subjective Well Being and Quality of Life.” Journal of Behavioural Sciences 23, no. 2 (2013): 17.

Hasibuan, Serepina, Setiaman Larosa, and Rudy Roberto Walean. “Konsep Pengampunan Dalam Kitab Filemon Dan Relevansinya Bagi Pelayanan Pemulihan Luka Batin.” Shalom: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 1 (2022): 27–39.

J. Gordon McConville. “Forgiveness as Private and Public Act: A Reading of the Biblical Joseph Narrative.” The Catholic Biblical Quarterly, 2013, 635–48. https://eprints.glos.ac.uk/969/.

Lawolo, Andianus, Niwanti Lahagu, Martina Novalina, and Patrecya Pogo. “Membangun Pemahaman Yang Benar Mengenai Sifat Pengampunan Allah Dalam Konteks Iman Kristen.” Paramathetes : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 2, no. 2 (2024): 1–15. https://doi.org/10.64005/jtpk.v2i2.33.

Lobang, Medy Martje. “Studi Komparatif: Keterlibatan Allah Dalam Penderitaan Menurut Teodisi Irenaeus Dan Ketidakterlibatan Allah Dalam Penderitaan Menurut Yakobus 1: 17.” Anoteros: Jurnal Teologi 1, no. 1 (2023): 61–87.

Manullang, Benny Wahyu, Betty A S Pakpahan, and Bernard Lubis. “Konstruksi Pelayanan Luka Batin Berbasis Kisah Yusuf Di Gereja Pantekosta Di Indonesia New Creation Center Aek Parupuk.” SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 5, no. 1 (2023): 133–48.

Manurung, Haris Benaya, and Juliana Hindradjat. “Teologi Kasih Dalam Konseling Pastoral: Pendekatan Solusi Untuk Kenakalan Remaja.” ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling 2, no. 1 (2025): 44–55.

Millitia Christi Karin Pay, Apriani Lengrans, and Meydi Sumeleh. “Dari Konflik Menuju Rekonsiliasi: Konseling Pastoral Dalam Membangun Kembali Relasi Pendeta Dan Jemaat Di Gmih Siloam Gosoma.” HOSPITALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. 2 (2025): 22–29. https://doi.org/10.70420/hospitalitas.v2i2.192.

Ong, Onky Librana. “Konsep Rekonsiliasi Berdasar Studi Naratif Kejadian 37-45 Dan Implikasinya Bagi Proses Rekonsiliasi Orang Percaya.” STT Seminari Alkitab Asia Tenggara, 2012. http://repository.seabs.ac.id/bitstream/handle/123456789/416/Abstrak.pdf?sequence=4.

Purba, Asmat. “Karakter Pengampunan Sebagai Pemutus Rantai Permusuhan.” Tedc 8, no. 2 (2015): 140–46.

Rika, Rika, Nova Nova, and Flora Ferlin Lipungan. “Kajian Teologis Tentang Keselamatan Dan Pengampunan Serta Implikasinya Terhadap Orang Percaya.” Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik 2, no. 2 (2024): 23–33.

Sabloit, Yeskiel, Setiaman Larosa, and Yusuf Inggabouw. “Teologi Dosa Dan Pengampunan:: Relasi Antara Kejatuhan Manusia Dan Penebusan.” LAMPO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 2, no. 1 (2025): 1–13.

Sembiring, Alpha Diocapri, and Bangun Bangun. “Pengampunan Dalam Perspektif Matius 6:14–15 Sebagai Materi Pendidikan Agama Kristen: Kontribusi Terhadap Pembentukan Karakter Dan Pembangunan Manusia Secara Holistik.” Jurnal Transformasi Pendidikan Modern 6, no. 1 (2025): 1–8.

Sitinjak, Johan Natanael, Sang Putra Immanuel Duha, and Delayda Habel. “Panduan Moral Di Era Modern: Refleksi Penebusan Dalam Kitab Kejadian.” Pietas: Jurnal Studi Agama Dan Lintas Budaya 2, no. 2 (2025): 85–96. https://doi.org/10.62282/pj.v2i2.85-96.

Software, BibleWorks ceased operation as a provider of Bible. “BibleWorks,” 2018.

Sopiani, Sopiani, Dini Dini, Rorin April Nadiya, Retno Natanae, and Eva Inriani. “Forgiveness As Solidarity in Christian Education Based on Johann Baptist Metz.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 2, no. 5 (2023): 480–88. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i5.948.

Sularno, M. “Healing the Inner Child Dalam Perspektif Mazmur 147: 3.” Academia.Edu, n.d. https://www.academia.edu/download/122493055/Healing_the_Inner_Child_dalam_Perspektif_Mazmur_147_3.pdf.

Tangiruru, Veronika, Sri Indra Yenni, Zhermita Grezya Pazcalya, Elfiance Sholla, and Asrianto Asril. “Pemahaman Terhadap Konsep Dosa Dan Pengampunan Dalam Konteks Konseling Pastoral Kristen.” HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial Dan Bisnis 1, no. 6 (2023): 615–28.

Wallace, Ronald S. The Story of Joseph and the Family of Jacob, 2000. https://www.amazon.com/Story-Joseph-Family-Jacob/dp/1597520799.

Weldemina, Yudit Tiwery, and Vincent Kalvin Wenno. “Komunitas Yang Mengampuni: Menafsirkan Pengampunan Publik Dalam 2 Korintus 2: 5-11 Dengan Metode Interkontekstual.” Indonesian Journal of Theology 11, no. 1 (2023): 197–221.




DOI: https://doi.org/10.47530/edulead.v6i2.293

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Michael Sofian Tanuhendrata, Jacob Messakh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga
Institution Website: http://stak-pesat.ac.id/
Address: RT09/RW01, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah
e-jurnal Website: https://e-journal.stak-pesat.ac.id/index.php/edulead/index 

Email Contact: fretskeriapy1106@gmail.com

Primary Contact: +62821-3875-5314 (Editor in Chief)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).